Gerakan literasi tidak selalu membutuhkan program yang rumit. Dari ruang kelas, guru-guru muda menghadirkan kebiasaan membaca singkat, jurnal refleksi, dan sesi berbagi buku yang dilakukan secara konsisten.
Pendidikan yang Bertumbuh Bersama
Karya murid kemudian ditampilkan melalui mading digital maupun pameran sederhana di sekolah. Pendekatan ini membuat literasi berkembang sebagai budaya, sekaligus memberi penghargaan terhadap proses belajar setiap anak.