Majalah Media Desember 2025

Pembaca MEDIA yang Budiman, ………

Saat ini kita berada di bulan penghujung tahun 2025 yang sebentar lagi akan memasuki Tahun Baru 2026. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengakhiri tahun dengan baik, selanjutnya mempersiapkan diri untuk menghadapi tahun yang akan datang. Hal ini perlu adanya refleksi dan evaluasi.

Edisi Desember 2025, dua momen penting yang wajib kita ketahui, yakni tanggal 9 Desember diperingati sebagai Hari Anti Korupsi se-Dunia, dan yang kedua 22 Desember saatnya memperingati “Hari Ibu”. Terkait dengan Hari Antikorupsi Anda bisa baca artikel berjudul “Urgensi Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah” Hal ini menjadi bahan referensi jitu bagaimana peran sekolah untuk membangun karakter siswanya agar jauh dari sikap koruptif.

Di sisi lain ada pula artikel berjudul: “Membentengi Siswa Menjadi Sosok Antikorupsi”.  Disini pembaca bisa melihat ada inspirasi besar bagaimana pola pengasuhan dari pihak keluarga yang kadang dianggap remeh. Membentengi siswa menjadi sosok Antikorupsi memerlukan pendekatan secara komprehensip dan berkelanjutan. Hal ini bisa melalui Pendidikan Karakter, contoh perilaku yang baik dll. Namun, keterlibatan orang tua dan masyarakat juga sangat diperlukan. Baca halaman 26.

Selanjutnya fenomena terbaru yang seakan tak pernah lekang waktu adalah bagaimana praktik bullying masih menghantui diseluruh relung kehidupan masyarakat. Dari judul artikel “Bullying di Sekolah” kita seakan diingatkan untuk tetap waspada dan sekaligus dapat mengambil langkah antisipatif terhadap praktik bullying ini. Pemikiran yang paling absurd terhadap keinginan untuk menghentikan bullying ini dapat tercermin dari artikel berjudul “Stop Kekerasan di Sekolah”.

Masalah lainnya dalam lingkup persekolahan juga terperaga. Gambaran gamblangnya dipaparkan melalui artikel berjudul “Ketika Guru Mendidik Gen-Z:   Keras-salah, Lembut –salah”. Dilema yang sangat meresahkan adalah sebagian orang tua yang kurang bijaksana dalam menyikapi masalah di sekolah yang ujung-ujungnya guru atau kepala sekolah yang disalahkan. Lalu bagaimana solusinya? Baca artikel tersebut pada halaman 22.

Nah, itulah beberapa sajian di edisi bulan ini. Akhir kata, selamat membaca, selamat beraktivitas dan selamat merayakan Natal bagi umat kristiani dan Tahun Baru 2026.

Pembaca MEDIA yang budiman, ……….

Edisi bulan Oktober 2025, ada beberapa momen penting yang perlu kita ketahui, yakni 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila baca artikel bertajuk Pancasila sebagai Fondasi Karakter Bangsa dan Pendidikan di Indonesia. Tulisan ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk memahami benar bagaimana peran dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara. Termasuk di dalamnya adalah sarat nilai-nilai dan norma yang patut dipedomani dalam membentuk karakter dan pendidikan anak bangsa.

Disisi lain, salah satu kebijakan terbaru pemerintah terkait dengan anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul tulisan kritis-reflektif bertajuk Pendidikan bukan sekadar soal kenyang, tapi kualitas. Tulisan ini merupakan respons kritis dengan analitis sosial tentang pemaparan Presiden Prabowo soal RAPBN 2026 dihadapan DPR. Anggaran negara yang sangat fantastis

bakal fokus digunakan untuk mendanai programprogram prioritas nasional, yakni untuk MBG. Baca selengkapnya pada halaman 4. Pembaca MEDIA yang budiman, bulan Oktober identik dengan peringatan Sumpah Pemuda dan dikenal pula sebagai Bulan Bahasa. Kita mendapat sumbangan tulisan yang membuka inspirasi untuk nguri-uri keberadaan Bahasa Indonesia yang kini diakui sebagai salah satu Bahasa Internasional. Sekolah, masyarakat bahkan pemerintah wajib mengambil peran masing-masing untuk dapat berkontribusi pada lestarinya serta berkembangnya Bahasa Indonesia. Pemikiran ini selaras dengan artikel bertajuk Menjaga Eforia Bulan Bahasa dan Urgensinya.

Ada pula pemikiran dan analisis kritis yang mengkaji dari sisi kebahasaan dan dampak sosialnya dari artikel berjudul Logika Bahasa dan Modus Kuasa: Guru, Stigma, serta Kekerasan Verbal dalam Bahasa Kekuasaan. Di sini Penulis menyoroti bahwa bahasa tidak pernah netral. Ia selalu mengandung kepentingan, logika dan kuasa. Oleh karena itu, pejabat publik saat menjabat haruslah berhati-hati dalam berbahasa, sebab statemen yang keluar dari mereka bisa berdampak luas terhadap martabat profesi dan kebijakan negara.

Selengkapnya, baca halaman 28. Akhir kata, selamat membaca dan selamat beraktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like:

Media

Majalah Media adalah majalah referensi dan pengembangan pendidikan di Jawa Timur.

Recent Posts

  • All Post
  • News
  • Perspektif

Majalah Media

 

Hot

Berlangganan Edisi Cetak

Dapatkan majalah fisik langsung ke rumah Anda setiap bulan

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

Trending Posts

Hot News

About

Majalah Media merupakan majalah pengembangan dan referensi pendidikan di JAWA TIMUR

berlangganan

Recent Post

  • All Post
  • Beauty
  • Blog
  • Lifestyle
  • News
  • Pendidikan
  • Perspektif
  • Photography
  • Travel

Copyright © 2025 Powered By mediapgri.com

All Right Reserved

Created By RJVPWHS-Redesign by MediaPGRI