Majalah Media November 2025

Pembaca MEDIA yang budiman, ………..

Bulan November, para insan pendidik akan disibukkan dengan momen penting dan bersejarah yakni diperingatinya Hari Guru dan HUT PGRI  pada 25 November 2025. Hal ini menjadi momen istimewa untuk menghormati dedikasi dan jasa-jasa para guru dalam mencerdaskan anak bangsa.   

Beberapa artikel penting tentang guru akan memenuhi halaman media khusus di edisi bulan ini. Ada sebanyak 9 judul artikel tentang guru, beberapa diantaranya bisa kita simak dari sajian opini kritis dan konstruktif terkait dengan Hari Guru Nasional yakni opini bertajuk   ‘Guru; Arsitek Peradaban Bangsa’. Dalam konteks ini  kita diingatkan bahwa Guru adalah pelita yang menuntun langkah menuju masa depan; cahaya yang tak pernah padam di tengah arus perubahan zaman. Dari semangat 1945 hingga visi 2045, guru tetaplah pusat peradaban dan ruh kemajuan bangsa. Zaman terus berganti. Jika dulu guru berjuang melawan kebodohan dan penjajahan, kini guru menghadapi tantangan baru: disrupsi teknologi, krisis moral, dan disorientasi nilai ditengah derasnya arus globalisasi. Selengkapnya baca perspektif halaman 4.

Ada pula opini bertajuk : ‘Ayo Menjadi Guru Provokator yang Menyinari dan Menginspirasi’. Dalam hal ini penulis mengajak menjadi guru provokator dalam arti positif. Sosok guru provokator termaknai sebagai panggilan moral dan intelektual., dalam arti bukan sekadar guru yang mengajar melainkan juga guru yang menginspirasi. Ia provokator dalam arti sejati, pembangkit semangat dan penggugah nurani, yang kehadirannya menciptakan pembelajaran kreatif, inovatif, produktif, dan membahagiakan. Ia menulis, berbagi gagasan, dan menumbuhkan budaya literasi. Ia hadir bukan untuk menjadi pusat perhatian melainkan untuk menyalakan cahaya dalam diri siswa. Baca halaman 27.

Selanjutnya ada pula artikel berjudul ‘Keteladanan Guru dalam Bayang-bayang Survei Integritas Pendidikan’ Inti penting dari pemikiran ini adalah bahwa Pemerintah perlu mereformasi sistem karier guru. Sistem karier guru perlu diperbaiki agar tidak hanya berbasis angka kredit administratif. Unsur integritas, etika, dan kontribusi terhadap pembudayaan karakter sekolah harus masuk dalam penilaian karier. Guru yang jujur, disiplin, dan berkontribusi membangun budaya sekolah seharusnya mendapatkan apresiasi lebih tinggi daripada sekadar guru yang mahir mengumpulkan dokumen portofolio. Terkait hal ini baca halaman 11.

Nah, semoga beberapa catatan penting di atas bisa menjadi momentum perenungan sekaligus refleksi dan introspeksi seiring dengan peringatan hari guru di tahun ini.

Akhir kata, selamatmembaca, selamat beraktivitas dan Selamat memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI. Bravo Guru Indonesia.!!!

Pembaca MEDIA yang budiman, ……….

Edisi bulan Oktober 2025, ada beberapa momen penting yang perlu kita ketahui, yakni 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila baca artikel bertajuk Pancasila sebagai Fondasi Karakter Bangsa dan Pendidikan di Indonesia. Tulisan ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk memahami benar bagaimana peran dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara. Termasuk di dalamnya adalah sarat nilai-nilai dan norma yang patut dipedomani dalam membentuk karakter dan pendidikan anak bangsa.

Disisi lain, salah satu kebijakan terbaru pemerintah terkait dengan anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul tulisan kritis-reflektif bertajuk Pendidikan bukan sekadar soal kenyang, tapi kualitas. Tulisan ini merupakan respons kritis dengan analitis sosial tentang pemaparan Presiden Prabowo soal RAPBN 2026 dihadapan DPR. Anggaran negara yang sangat fantastis

bakal fokus digunakan untuk mendanai programprogram prioritas nasional, yakni untuk MBG. Baca selengkapnya pada halaman 4. Pembaca MEDIA yang budiman, bulan Oktober identik dengan peringatan Sumpah Pemuda dan dikenal pula sebagai Bulan Bahasa. Kita mendapat sumbangan tulisan yang membuka inspirasi untuk nguri-uri keberadaan Bahasa Indonesia yang kini diakui sebagai salah satu Bahasa Internasional. Sekolah, masyarakat bahkan pemerintah wajib mengambil peran masing-masing untuk dapat berkontribusi pada lestarinya serta berkembangnya Bahasa Indonesia. Pemikiran ini selaras dengan artikel bertajuk Menjaga Eforia Bulan Bahasa dan Urgensinya.

Ada pula pemikiran dan analisis kritis yang mengkaji dari sisi kebahasaan dan dampak sosialnya dari artikel berjudul Logika Bahasa dan Modus Kuasa: Guru, Stigma, serta Kekerasan Verbal dalam Bahasa Kekuasaan. Di sini Penulis menyoroti bahwa bahasa tidak pernah netral. Ia selalu mengandung kepentingan, logika dan kuasa. Oleh karena itu, pejabat publik saat menjabat haruslah berhati-hati dalam berbahasa, sebab statemen yang keluar dari mereka bisa berdampak luas terhadap martabat profesi dan kebijakan negara.

Selengkapnya, baca halaman 28. Akhir kata, selamat membaca dan selamat beraktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like:

Media

Majalah Media adalah majalah referensi dan pengembangan pendidikan di Jawa Timur.

Recent Posts

  • All Post
  • News
  • Perspektif

Majalah Media

 

Hot

Berlangganan Edisi Cetak

Dapatkan majalah fisik langsung ke rumah Anda setiap bulan

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

Trending Posts

Hot News

About

Majalah Media merupakan majalah pengembangan dan referensi pendidikan di JAWA TIMUR

berlangganan

Recent Post

  • All Post
  • Beauty
  • Blog
  • Lifestyle
  • News
  • Pendidikan
  • Perspektif
  • Photography
  • Travel

Copyright © 2025 Powered By mediapgri.com

All Right Reserved

Created By RJVPWHS-Redesign by MediaPGRI