Majalah Media Mei 2025

Majalah Media Mei 2025

www.mediapgri.com

Pembaca MEDIA yang budiman, ………..

Bulan Mei ini identik dengan bulan pendidikan, karena bulan Mei saatnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Meskipun Hardiknas bukan termasuk hari libur, namun semua sekolah diseluruh Indonesia tetap memperingatinya dengan mengadakan upacara bendera. Hal ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa2 Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh penting dalam sejarah pendidikan nasional, karena Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai sosok pelopor pendidikan di Tanah Air. Hal ini pulalah yang kemudian menjadi refleksi penting untuk dunia pendidikan Indonesia.

Beberapa artikel penting dan aktual di edisi bulan ini antara lain : ‘Menjaga Khittah dan Ruh Pendidikan Nasional’. Hal ini menjadi salah satu mercusuar harapan di Hari Pendidikan, 2 Mei 2025.

Goresan reflektif yang lain dapat pula disimak pada artikel yang berjudul ‘Saatnya Guru dan Siswa Tumbuh Bersama dalam Pendidikan Sepanjang Hayat.’ Disini kita semua diajak untuk mau bangkit dalam hal kualitas pendidikan, baik guru maupun murid harus bersinergi tanpa batas untuk menghasilkan satu kekuatan dibidang pendidikan. Baca halaman 16.

Di sisi lain artikel berjudul : ‘Pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning’ diyakini menjadi sebuah keniscayaan yang berbuah global. Hal ini tertuang dalam tulisan bertajuk ‘Praktik Deep Learning dalam Pembelajaran’.

Satu lagi yang tidak kalah pentingnya dan menjadi salah satu isu paling gress yakni tentang ‘Kastanisasi Pendidikan Hidup Lagi, Langkah Maju atau Mundur? ’Selama Kurikulum Merdeka kita dikondisikan tak lagi mengenal jurusan, hal ini menjadi kebijakan yang diambil dengan alasan lebih mematangkan lulusan SMA saat nanti kuliah di Perguruan tinggi. Fase pematangan potensi yang dimiliki siswa secara akademik dan linearisasi menjadi dasar munculnya kembali penjurusan. Rencananya November tahun ini siswa kelas 12 SMA akan menghadapi Tes Potensi Akademik (TKA) yang identik dengan penjurusan. Tes ini pulalah yang bisa menjadi barometer siswa untuk dapat menembus perguruan tinggi negeri apa tidak.

Nah, semoga beberapa artikel yang kami sajikan diedisi bulan ini bisa menjadi momentum untuk refleksi dan introspeksi diri bagi kalangan pendidik/guru. Akhir kata selamat membaca dan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional.

 

Pembaca MEDIA yang budiman, ……….

Edisi bulan Oktober 2025, ada beberapa momen penting yang perlu kita ketahui, yakni 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila baca artikel bertajuk Pancasila sebagai Fondasi Karakter Bangsa dan Pendidikan di Indonesia. Tulisan ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk memahami benar bagaimana peran dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara. Termasuk di dalamnya adalah sarat nilai-nilai dan norma yang patut dipedomani dalam membentuk karakter dan pendidikan anak bangsa.

Disisi lain, salah satu kebijakan terbaru pemerintah terkait dengan anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul tulisan kritis-reflektif bertajuk Pendidikan bukan sekadar soal kenyang, tapi kualitas. Tulisan ini merupakan respons kritis dengan analitis sosial tentang pemaparan Presiden Prabowo soal RAPBN 2026 dihadapan DPR. Anggaran negara yang sangat fantastis

bakal fokus digunakan untuk mendanai programprogram prioritas nasional, yakni untuk MBG. Baca selengkapnya pada halaman 4. Pembaca MEDIA yang budiman, bulan Oktober identik dengan peringatan Sumpah Pemuda dan dikenal pula sebagai Bulan Bahasa. Kita mendapat sumbangan tulisan yang membuka inspirasi untuk nguri-uri keberadaan Bahasa Indonesia yang kini diakui sebagai salah satu Bahasa Internasional. Sekolah, masyarakat bahkan pemerintah wajib mengambil peran masing-masing untuk dapat berkontribusi pada lestarinya serta berkembangnya Bahasa Indonesia. Pemikiran ini selaras dengan artikel bertajuk Menjaga Eforia Bulan Bahasa dan Urgensinya.

Ada pula pemikiran dan analisis kritis yang mengkaji dari sisi kebahasaan dan dampak sosialnya dari artikel berjudul Logika Bahasa dan Modus Kuasa: Guru, Stigma, serta Kekerasan Verbal dalam Bahasa Kekuasaan. Di sini Penulis menyoroti bahwa bahasa tidak pernah netral. Ia selalu mengandung kepentingan, logika dan kuasa. Oleh karena itu, pejabat publik saat menjabat haruslah berhati-hati dalam berbahasa, sebab statemen yang keluar dari mereka bisa berdampak luas terhadap martabat profesi dan kebijakan negara.

Selengkapnya, baca halaman 28. Akhir kata, selamat membaca dan selamat beraktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like:

Media

Majalah Media adalah majalah referensi dan pengembangan pendidikan di Jawa Timur.

Recent Posts

  • All Post
  • News
  • Perspektif

Majalah Media

 

Hot

Berlangganan Edisi Cetak

Dapatkan majalah fisik langsung ke rumah Anda setiap bulan

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

Trending Posts

Hot News

About

Majalah Media merupakan majalah pengembangan dan referensi pendidikan di JAWA TIMUR

berlangganan

Recent Post

  • All Post
  • Beauty
  • Blog
  • Lifestyle
  • News
  • Pendidikan
  • Perspektif
  • Photography
  • Travel

Copyright © 2025 Powered By mediapgri.com

All Right Reserved

Created By RJVPWHS-Redesign by MediaPGRI